Fenomena baru, 'Sinetron' berjudul 'Sidang Jessica Wongso' - Kurir Langit

Boxed(True/False)

ads

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot

Thursday

Fenomena baru, 'Sinetron' berjudul 'Sidang Jessica Wongso'


Tanggal 6 Januari 2016 publik di tanah air digemparkan oleh peristiwa tragis yang terjadi menimpa sosok wanita cantik bernama Wayan Mirna Salihin (28 tahun) yang terkapar setelah menenggak kopi vietnam bersianida di cafe Olivier yang terletak di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, beliau sempat dilarikan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo tetapi kadar racun dalam tubuhnya terlampau banyak mengakibatkan nyawanya tak tertolong. Dan tersangka utama dalam kasus itu Jessica Wongso yang merupakan sahabatnya sendiri, dari kacamata awam saya dengan bukti-bukti awal yang didapatkan oleh pihak kepolisian sudah menjadi bukti kuat untuk mendukung penjeblosan seseorang  ke balik jeruji misalkan dari barang bukti yang dihilangkan, atau siapa yang datang pertama ke cafe itu dan memesan kopi untuk Mirna. 
ilustrasi lamanya proses sidang Jessica Wongso
ilustrasi lamanya proses sidang Jessica Wongso ( http://1cak.com/1850414
#1cak #wtf)



Mirna, Hanie, Jessica, Vera
Dari kiri ke kanan : Mirna, Hanie, Jessica, dan Vera
Tetapi itu hanyalah penilaian saya dari kacamata saya sebagai orang awam (bukan orang Hukum). Tetapi proses hukum di Indonesia tidak sesederhana itu, apalagi yang bertarung di meja hijau itu bukan orang kecil, kedua pihak punya pengaruh dan materi melimpah sehingga bisa menyewa pengacara-pengacara mahal dan handal. Darmawan Salihin adalah seorang pengusa besar, karyawannya ditaksir mencapai 2000an orang, pemilik beberapa perusahaan, diantaranya perusahaan pengiriman dokumen penting di Jakarta daerah Petojo. Beliau juga tercatat sebagai pimpinan di perusahaan bernama PT. Fajar Indah Cakra Cemerlang, perusahaan ini terletak  di bilangan jalan Petojo, keluarga ini menghuni perumahan elit di Sunter Garden. Begitu juga dengan pihak Jessica, ayah Jessica Winardi Wongso (isteri dari Imelda Wongso) adalah pengusaha plastik yang juga berasal dari Jakarta, keluarga ini tinggal di Sunter Icon, Jakarta Utara.

Sidang Jessica
Jessica duduk di kursi pesakitan

Apakah Benar Jessica Pembunuh Mirna?

Biografi Mirna

Nama lengkap : Wayan Mirna Salihin
Tanggal lahir  : 30 Maret 1988
Kuliah            : Billy Blue College of Design, Sidney, Australia
Pekerjaan       : Freelance Grafic Designer, sebagai Creativ/Art Director di Misca Design
Agama           : Kristen
Suami             : Arif Soemarko, menikah bulan November 2015
Orangtua         : Edi Darmawan Salihin (Ayah), Ni Ketut Sianty Osso (Ibu)
Saudara           : Made Sandy Salihin


Nisan dan kuburan Mirna
Pusara Mirna


 Seakan menjadi fenomena baru, persidangan-persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang mengadili Jessica Wongso di kursi pesakitan,  mulai dari digulirnya sidang tahap pertama pada 15 Juni 2016 sudah menyita perhatian publik, serunya tahapan-tahapan persidangan itu mirip episode-episode sinetron Bollywood  seperti ATMU : Anandhi, Thapki, Mohabbatein, Uttaran (red) yang disiarkan di salah satu tv swasta sambung menyambung sepanjang hari. Lalu kenapa sidang Jessica Seru? Ya sidang Jessica bisa disejajarkan dengan sinetron-sinetron tadi mengingat banyaknya pemirsa yang menyaksikan persidangan itu sejak televisi swasta menayangkan secara live proses persidangan itu.
sponsor

"Jujur bisa dikatakan memang benar rating (meningkat). Total tiga stasiun televisi yang menayangkan hampir 15 persen yang biasanya kalau share berita, kalau siang paling hebat cuma lima sampai 7 persen. Ini dua kali lipat (ratingnya)," ujar Arya dalam diskusi bertajuk 'Persidangan Kopi Bersianida, Jurnalisme TV dan Frekuensi Publik yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (31/8/2016).  –dikutip dari wawancara Direktur Pemberitaan MNC Media, Arya Mahendra dari situs suara.com  http://www.suara.com/news/2016/08/31/192806/rating-tv-persidangan-jessica-tinggi

Saya seorang operator tv kabel di kota saya, dan setiap hari berinteraksi dengan konsumen dari berbagai latar belakang. Disitu saya dapat membandingkan bahwa episode-episode persidangan Jessica mengalahkan serunya episode-episode sinetron Bollywood saat ini karena pemirsa sinetron Bollywood terbatas pada perempuan terutama emak-emak, tetapi pemirsa untuk acara persidangan Jessica lebih luas dari remaja sampai orang dewasa laki-laki dan perempuan. Mereka antusias menunggu sidang demi sidang disiarkan live. Penayangan proses persidangan Jessica secara live di stasiun televisi negeri kita  tidak dipungkiri juga menutup banyak berita penting (pengalihan isu) yang dampaknya lebih luas, seperti ‘berita penggusuran Rawajati’ atau berita ‘penolakan sebagian masyarakat DKI Jakarta terhadap Ahok. Berita-berita berimplikasi penting seperti itu seakan lenyap oleh siaran Live tv Episode Persidangan Jessica yang notabene hanya konflik dua keluarga.

Sejak digelar tahapan sidang pertama sampai hari ini ketika artikel ini ditulis, persidangannya sudah mencapai tahap (episode) ke 24, dan belum ada tanda-tanda siapa yang menang atau kalah, masing-masing berusaha menghadirkan saksi-saksi ahli yang menguatkan atau melemahkan bukti-bukti yang ada berdasarkan teori mereka masing-masing, mereka berusaha mencari sedikit celah yang bisa dijadikan argumen. Begitu fenomenalnya proses persidangan Jessica, bahkan ada pengusaha kopi yang berusaha numpang tenar. Adalah Sefri Haris (29 tahun), warga Kedinding Lor Gang  Palem 3 No. 66, Kecamatan Kenjeran, kota Surabaya Jawa Timur. Menjadi sosok yang diperbincangkan karena tindakan kontroversialnya dengan memproduksi merek kopi    -Jessica Coffemix- tanpa meminta izin kepada pihak Jessica terkait penayangan foto dan namanya di bungkusan kopi buatan Sefri. saya tidak tahu apakah orang ini bodoh, kreatif, atau terlalu pintar memanfaatkan situasi yang ada. 
Sefri Haris dengan kopi buatannya -Jessica Coffemix
Sefri Haris dengan kopi buatannya -Jessica Coffemix-

Yang saya tahu perbuatan tersebut bisa membuatnya dalam masalah besar ketika pihak Jessica yang dibelakangnya ada pengacara-pengacara besar menuntut atas tuduhan pencemaran nama baik. Tidak peduli apakah Jessica bersalah atau tidak dalam kasus kopi bersianida yang menewaskan Mirna, perbuatan mengambil gambar untuk tujuan komersil tanpa sepengetahuan dan izin orang yang bersangkutan, adalah pelanggaran.
Hal yang menarik lainnya di sebuah kedai kopi tidak jauh dari tempat tinggal saya terdapat satu menu yang cukup menggelitik, pada papan menu di kedai itu tertulis -Tersedia Kopi Susu (tanpa sianida)-

Video Salah satu acara proses persidangan Jessica, disiarkan secara live



        Proses persidangan Jessica masih terus bergulir, sebagai manusia biasa kita pasti memiliki naluri yang sama, perasaan yang sama dan kegeraman yang sama. Siapa sebenarnya yang meracun Mirna? Siapa dia  yang setega itu menaburkan sianida ke dalam gelas kopi Mirna? Sampai kapan sidang itu digelar? Tetapi perlu disadari larut dalam masalah itu akan meneggelamkan banyak isu-isu penting yang terjadi di tanah air yang dampaknya lebih luas. Kita tentunya mengharapkan penayangan acara televisi dengan porsi yang seimbang.
Baca juga Ironi Idul Qurban di Republik India Dimana Sapi Disucikan


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot